What's New Here?

    Program MP3KI : Pembentukan KSM, Proposal Disegerakan

    Program MP3KI
    Berita Muara - MP3KI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia) Kota Bengkulu saat ini sedang memasuki babak baru sebelum pelaksanaan konstruksi, yaitu pembentukan KSM dan pembuatan proposal.

    Untuk melakukan penguatan terhadap BKM dan KSM mengenai tahapan MP3KI, Kamis 28 Agustus lalu Korkot 1 Kota Bengkulu berinisiatif untuk melakukan konsolidasi dengan mengundang Koordinator BKM dan KSM yang diplot untuk mengelola item kegiatan MP3KI pada pelaksanaan konstruksinya nanti.

    Dalam rapat penguatan tersebut, Korkot 1 Kota Bengkulu Dedi Arizandi, SPdI mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti tahapan yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu verifikasi dokumen pencairan, tahap berikutnya adalah membentuk beberapa KSM untuk kemudian difasilitasi pembuatan proposalnya. “KSM membuat proposal yang nantinya difasilitasi oleh Fasilitator Teknik bidang MP3KI.” 

    Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kota Bengkulu mendapatkan alokasi dana program MP3KI di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kampung Melayu sebesar Rp 2,9 M dan Kecamatan Muara Bangkahulu sebesar Rp 1,3 M, sementara Kecamatan Selebar Rp 300juta lebih.  Untuk Kecamatan Kampung Melayu terdapat 4 kelurahan yang akan memanfaatkan dana tersebut sesuai hasil survey lokasi, yaitu Kelurahan Teluk Sepang, Padang Serai, Sumber Jaya dan Kandang Mas. Sementara di Kecamatan Muara Bangkahulu di Kelurahan Rawa Makmur, Kandang Limun dan Beringin Raya. Untuk Kecamatan Selebar terdapat di Kelurahan Sukarami.

    “Alokasi tiap kelurahan berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan dengan hasil survey lokasinya. Untuk Kelurahan Rawa Makmur, setelah melakukan melakukan survey terakhir bersama Bappeda Kota dan Satker PU dan juga OC2 PNPM Propinsi Bengkulu 11 Agustus lalu, terjadi beberapa perubahan. Ini karena ada beberapa item kegiatan yang ternyata sudah dikerjakan oleh PU sebelumnya. Jadi kegiatannya tidak boleh tumpang tindih, apalagi yang dari PU belum diserahterimakan.” Kata Dedi Arizandi lagi. Perubahan tersebut mengakibatkan berubahnya alokasi yang sudah dietapkan sebelumnya.

    “Kita sudah komunikasikan dengan fasilitator MP3KI dan Senior Fasilitator masing-masing kelurahan dampingan. Sudah fix, tinggal pembuatan proposalnya” sambungnya lagi. Menurutnya, perlu kehati-hatian dan ketelitian dalam pelaksanaan MP3KI, supaya pelaksanaannya berjalan lancar. 

    MP3KI itu Rupiah Murni (RM), jadi akan ada perhitungan pajak di dalamnya khususnya material yang kena pajak. Itu sudah kita sampaikan ke BKM dan KSM, supaya dalam RAB juga dimasukkan” kata Aji Seno Wibowo, Asisten Kota Bidang Infrastruktur yang turut menjadi pengarah teknis pada rapat tersebut.

    “Satu hal lagi yang perlu ditekankan, yaitu pemeliharaannya wajib dilaksanakan. Ini harus BKM dan KSM sosialisasikan kepada seluruh warga di lokasi kegiatan. Jangan sampai kegiatan sudah dilaksanakan, dimanfaatkan tapi tidak dipelihara. Harus jelas kelompok atau warga yang ditugaskan untuk memeliharanya. Itu sudah kewajiban” sambungnya lagi. 

    Menurutnya, banyak kegiatan yang telah dilakukan BKM melalui dana BLM baik APBN maupun APBD tidak diawasi pemeliharaannya. Parahnya lagi, kesadaran warga melihat fasilitas yang terbengkalai dan akhirnya rusak tersebut tidak masih sangat rendah. “Kita berharap jangan sampai kelalaian yang serupa berulang terus-menerus” katanya lagi. (***kmw)


    Program MP3KI : Pembentukan KSM, Proposal Disegerakan

    Posted by MEDIA KITA 3 comments

    Program MP3KI
    Berita Muara - MP3KI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia) Kota Bengkulu saat ini sedang memasuki babak baru sebelum pelaksanaan konstruksi, yaitu pembentukan KSM dan pembuatan proposal.

    Untuk melakukan penguatan terhadap BKM dan KSM mengenai tahapan MP3KI, Kamis 28 Agustus lalu Korkot 1 Kota Bengkulu berinisiatif untuk melakukan konsolidasi dengan mengundang Koordinator BKM dan KSM yang diplot untuk mengelola item kegiatan MP3KI pada pelaksanaan konstruksinya nanti.

    Dalam rapat penguatan tersebut, Korkot 1 Kota Bengkulu Dedi Arizandi, SPdI mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti tahapan yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu verifikasi dokumen pencairan, tahap berikutnya adalah membentuk beberapa KSM untuk kemudian difasilitasi pembuatan proposalnya. “KSM membuat proposal yang nantinya difasilitasi oleh Fasilitator Teknik bidang MP3KI.” 

    Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Kota Bengkulu mendapatkan alokasi dana program MP3KI di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kampung Melayu sebesar Rp 2,9 M dan Kecamatan Muara Bangkahulu sebesar Rp 1,3 M, sementara Kecamatan Selebar Rp 300juta lebih.  Untuk Kecamatan Kampung Melayu terdapat 4 kelurahan yang akan memanfaatkan dana tersebut sesuai hasil survey lokasi, yaitu Kelurahan Teluk Sepang, Padang Serai, Sumber Jaya dan Kandang Mas. Sementara di Kecamatan Muara Bangkahulu di Kelurahan Rawa Makmur, Kandang Limun dan Beringin Raya. Untuk Kecamatan Selebar terdapat di Kelurahan Sukarami.

    “Alokasi tiap kelurahan berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan dengan hasil survey lokasinya. Untuk Kelurahan Rawa Makmur, setelah melakukan melakukan survey terakhir bersama Bappeda Kota dan Satker PU dan juga OC2 PNPM Propinsi Bengkulu 11 Agustus lalu, terjadi beberapa perubahan. Ini karena ada beberapa item kegiatan yang ternyata sudah dikerjakan oleh PU sebelumnya. Jadi kegiatannya tidak boleh tumpang tindih, apalagi yang dari PU belum diserahterimakan.” Kata Dedi Arizandi lagi. Perubahan tersebut mengakibatkan berubahnya alokasi yang sudah dietapkan sebelumnya.

    “Kita sudah komunikasikan dengan fasilitator MP3KI dan Senior Fasilitator masing-masing kelurahan dampingan. Sudah fix, tinggal pembuatan proposalnya” sambungnya lagi. Menurutnya, perlu kehati-hatian dan ketelitian dalam pelaksanaan MP3KI, supaya pelaksanaannya berjalan lancar. 

    MP3KI itu Rupiah Murni (RM), jadi akan ada perhitungan pajak di dalamnya khususnya material yang kena pajak. Itu sudah kita sampaikan ke BKM dan KSM, supaya dalam RAB juga dimasukkan” kata Aji Seno Wibowo, Asisten Kota Bidang Infrastruktur yang turut menjadi pengarah teknis pada rapat tersebut.

    “Satu hal lagi yang perlu ditekankan, yaitu pemeliharaannya wajib dilaksanakan. Ini harus BKM dan KSM sosialisasikan kepada seluruh warga di lokasi kegiatan. Jangan sampai kegiatan sudah dilaksanakan, dimanfaatkan tapi tidak dipelihara. Harus jelas kelompok atau warga yang ditugaskan untuk memeliharanya. Itu sudah kewajiban” sambungnya lagi. 

    Menurutnya, banyak kegiatan yang telah dilakukan BKM melalui dana BLM baik APBN maupun APBD tidak diawasi pemeliharaannya. Parahnya lagi, kesadaran warga melihat fasilitas yang terbengkalai dan akhirnya rusak tersebut tidak masih sangat rendah. “Kita berharap jangan sampai kelalaian yang serupa berulang terus-menerus” katanya lagi. (***kmw)


    Berita Foto : Sosialisasi Massal PLPBK Bentiring

    Berita Muara - BKM Sejahtera Kelurahan Bentiring bersama relawan yang tergabung dalam Tim Inti Perencanaan Partisipatif program PLPBK Kelurahan Bentiring melaksanakan kegiatan Sosialisasi Massal PLPBK. Kegiatan yang berlangsung di pelataran halaman Kantor Kelurahan Bentiring tersebut menghadirkan hal-hal unik.

    Berita Foto : Sosialisasi Massal PLPBK Bentiring

    Posted by MEDIA KITA 3 comments

    Berita Muara - BKM Sejahtera Kelurahan Bentiring bersama relawan yang tergabung dalam Tim Inti Perencanaan Partisipatif program PLPBK Kelurahan Bentiring melaksanakan kegiatan Sosialisasi Massal PLPBK. Kegiatan yang berlangsung di pelataran halaman Kantor Kelurahan Bentiring tersebut menghadirkan hal-hal unik.

    PLPBK Bentiring : Sosialisasi Massal Lancar, Kegiatan Terpublikasi

    Program PNPM Bentiring
    Berita Muara-Kegiatan Sosialisasi Massal PLPBK Kelurahan Bentiring telah berakhir dilaksanakan pada 24 Agustus 2014 lalu. Sejumlah catatan menarik terkait pelaksanaan tersebut dikemukakan oleh Herman Junaidi, SKm, Koordinator BKM Sejahtera Kelurahan Bentiring.

    PLPBK Bentiring : Sosialisasi Massal Lancar, Kegiatan Terpublikasi

    Posted by MEDIA KITA 1 comment

    Program PNPM Bentiring
    Berita Muara-Kegiatan Sosialisasi Massal PLPBK Kelurahan Bentiring telah berakhir dilaksanakan pada 24 Agustus 2014 lalu. Sejumlah catatan menarik terkait pelaksanaan tersebut dikemukakan oleh Herman Junaidi, SKm, Koordinator BKM Sejahtera Kelurahan Bentiring.

    PLPBK Bentiring : Dana PLPBK Tidak Boleh Dibagi-bagi

    Program PLPBK
    Berita Muara-Salah satu rangkaian kegiatan utama dalam Sosialisasi Massal PLPBK Kelurahan Bentiring pada hari Minggu, 24 Agustus lalu adalah Diskusi Terbuka yang bertemakan Pembangunan Berkelanjutan dan Motivasi Pembangunan Partisipatif.

    Selain Tim Teknis Kota, turut hadir pada acara tersebut Ir. Harmudya dari OC2 PNPM Propinsi Bengkulu sebagai narasumber dan Dedi Arizandi, S.Pdi dari Korkot 1 PNPM Kota Bengkulu. Acara diskusi didesain lebih terbuka dan lebih informatif khususnya mengenai substansi PLPBK itu sendiri. 

    Mengenai topik PLPBK, Ir.Harmudya mengatakan bahwa Bentiring merupakan salah satu dari 8 Kelurahan di Kota Bengkulu yang mendapat dana program 1 M untuk masing-masing kelurahan. “Ini patut kita syukuri karena tidak semua kelurahan mendapatkan program ini, sekaligus juga menjadi tantangan bagi warga Bentiring untuk mengelola. Harus diingat bahwa PLPBK ditujukan untuk penataan lingkungan dan pengembangan potensinya, yang dapat menyelesaikan permasalahan daerah padat, kumuh dan miskin” katanya saat mendapat giliran menyampaikan topik.

    Terkait masalah kawasan prioritas di PLPBK yaitu padat, kumuh dan miskin, Ir.Harmudya mengatakan bahwa dirinya sering melintasi wilayah Kelurahan Bentiring.”Saya sering muter-muter di Bentiring, tapi sampai saat ini tidak ditemukan adanya kawasan yang sesuai syarat itu. Artinya warga Bentiring khususnya TIPP dan TAPP harus cermat. Padat, kumuh dan miskin menurut Kelurahan Belakang Pondok (Sentiong-red) atau daerah Teluk Segara, belum tentu sama kondisinya dengan Bentiring” katanya memberikan penjelasan. 

    Ketika ditanya apakah dana PLPBK bisa dialokasikan secara merata dan untuk permodalan usaha, secara tegas Team Leader tersebut mengatakan bahwa dipantangkan alias haram hukumnya dana PLPBK dibagi-bagi masing-masing RT.”Tidak boleh, dana PLPBK harus dihabiskan di lokasi prioritas yang ditentukan. Tidak boleh dibagi-bagi. Kena semua kita nanti. Secara substansi, sudah jelas dana PLPBK harus mengatasi permasalahan di kawasan prioritas sampai tuntas.” Katanya tegas. Terkait dengan pemanfaatanya, dia menambahkan bahwa dana PLPBK adalah pembangunan fisik, termasuk sarana untuk membantu meningkatkan perekonomian lokal. 

    “Bisa saja dibangun sarana fisik yang bisa membantu mengangkat perekonomian warga, misalnya pelataran (tempat khusus) untuk display usaha kecil. Tidak boleh digunakan untuk pinjaman modal usaha” sambungnya lagi menegaskan.

    Pelaksanaan PLPBK sendiri melibatkan partisipasi dari SKPD daerah, sehingga nantinya setiap SKPD dapat menelurkan program sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada di lokasi prioritas. “PLPBK itu salah satu outputnya adalah pembangunan berkelanjutan. Tahap keberlanjutannya yaitu ada kerjasama lintas instansi dan itu harus nyata.” Tambahnya. (***kmw)


    Ir.Harmudya " Ayang" : Apakah BKM Sudah Siap ?


    Pada segmen Diskusi Terbuka dalam rangkaian acara Sosialisasi Massal PLPBK Kelurahan Bentiring, Ir. Harmudya turut mendorong peran dan kesiapan BKM terhadap program-program yang ada, baik dari PNPM Mandiri Perkotaan maupun dari instansi atau lembaga lainnya.

    PLPBK Bentiring : Dana PLPBK Tidak Boleh Dibagi-bagi

    Posted by MEDIA KITA 1 comment

    Program PLPBK
    Berita Muara-Salah satu rangkaian kegiatan utama dalam Sosialisasi Massal PLPBK Kelurahan Bentiring pada hari Minggu, 24 Agustus lalu adalah Diskusi Terbuka yang bertemakan Pembangunan Berkelanjutan dan Motivasi Pembangunan Partisipatif.

    Selain Tim Teknis Kota, turut hadir pada acara tersebut Ir. Harmudya dari OC2 PNPM Propinsi Bengkulu sebagai narasumber dan Dedi Arizandi, S.Pdi dari Korkot 1 PNPM Kota Bengkulu. Acara diskusi didesain lebih terbuka dan lebih informatif khususnya mengenai substansi PLPBK itu sendiri. 

    Mengenai topik PLPBK, Ir.Harmudya mengatakan bahwa Bentiring merupakan salah satu dari 8 Kelurahan di Kota Bengkulu yang mendapat dana program 1 M untuk masing-masing kelurahan. “Ini patut kita syukuri karena tidak semua kelurahan mendapatkan program ini, sekaligus juga menjadi tantangan bagi warga Bentiring untuk mengelola. Harus diingat bahwa PLPBK ditujukan untuk penataan lingkungan dan pengembangan potensinya, yang dapat menyelesaikan permasalahan daerah padat, kumuh dan miskin” katanya saat mendapat giliran menyampaikan topik.

    Terkait masalah kawasan prioritas di PLPBK yaitu padat, kumuh dan miskin, Ir.Harmudya mengatakan bahwa dirinya sering melintasi wilayah Kelurahan Bentiring.”Saya sering muter-muter di Bentiring, tapi sampai saat ini tidak ditemukan adanya kawasan yang sesuai syarat itu. Artinya warga Bentiring khususnya TIPP dan TAPP harus cermat. Padat, kumuh dan miskin menurut Kelurahan Belakang Pondok (Sentiong-red) atau daerah Teluk Segara, belum tentu sama kondisinya dengan Bentiring” katanya memberikan penjelasan. 

    Ketika ditanya apakah dana PLPBK bisa dialokasikan secara merata dan untuk permodalan usaha, secara tegas Team Leader tersebut mengatakan bahwa dipantangkan alias haram hukumnya dana PLPBK dibagi-bagi masing-masing RT.”Tidak boleh, dana PLPBK harus dihabiskan di lokasi prioritas yang ditentukan. Tidak boleh dibagi-bagi. Kena semua kita nanti. Secara substansi, sudah jelas dana PLPBK harus mengatasi permasalahan di kawasan prioritas sampai tuntas.” Katanya tegas. Terkait dengan pemanfaatanya, dia menambahkan bahwa dana PLPBK adalah pembangunan fisik, termasuk sarana untuk membantu meningkatkan perekonomian lokal. 

    “Bisa saja dibangun sarana fisik yang bisa membantu mengangkat perekonomian warga, misalnya pelataran (tempat khusus) untuk display usaha kecil. Tidak boleh digunakan untuk pinjaman modal usaha” sambungnya lagi menegaskan.

    Pelaksanaan PLPBK sendiri melibatkan partisipasi dari SKPD daerah, sehingga nantinya setiap SKPD dapat menelurkan program sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada di lokasi prioritas. “PLPBK itu salah satu outputnya adalah pembangunan berkelanjutan. Tahap keberlanjutannya yaitu ada kerjasama lintas instansi dan itu harus nyata.” Tambahnya. (***kmw)


    Ir.Harmudya " Ayang" : Apakah BKM Sudah Siap ?


    Pada segmen Diskusi Terbuka dalam rangkaian acara Sosialisasi Massal PLPBK Kelurahan Bentiring, Ir. Harmudya turut mendorong peran dan kesiapan BKM terhadap program-program yang ada, baik dari PNPM Mandiri Perkotaan maupun dari instansi atau lembaga lainnya.

    Sutan Najamudin : BKM Harus Tetap Berjuang Sekaligus Ibadah

    Wagub Bengkulu Dorong BKM
    Berita Muara - Dalam kunjungan singkat yang tidak dinyana pada malam nonton layar tancap di Kelurahan Bentiring, Sutan Najamudin memberikan dorongan moral yang tentunya bisa menjadi penyemangat bagi para relawan BKM Sejahtera dan warga Bentiring.

    Sutan Najamudin : BKM Harus Tetap Berjuang Sekaligus Ibadah

    Posted by MEDIA KITA 2 comments

    Wagub Bengkulu Dorong BKM
    Berita Muara - Dalam kunjungan singkat yang tidak dinyana pada malam nonton layar tancap di Kelurahan Bentiring, Sutan Najamudin memberikan dorongan moral yang tentunya bisa menjadi penyemangat bagi para relawan BKM Sejahtera dan warga Bentiring.

    Google+ Badge

    Menu :
    Template Re-Edited By Kanal Mitravisi. This Blog Is Sponsored By Kanal Mitravisi @2014. Diberdayakan oleh Blogger.
    © 2013 BERITA MUARA. WP Theme-junkie converted by Bloggertheme9
    Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.
    back to top